Kabar mengenai Kpop adalah salah satu alat ILLUMINATI
sempat mengheboh dunia maya / para netizen pecinta Korea. Hal ini disebabkan
banyak munculny simbol-simbol maupun kalimat-kalimat yang dianggap sebagai ‘milik’nya
perkumpulan ini.
Tapi salah satu (mungkin jg ada di beberapan adegan
ataupun di drama lainnya, semisal Personal Taste Lee Min Ho) potongan gambar
tayangan Kdrama Nice Guy aka Innocent Man menunjukkan bahwa ada unsur lain yg
merasuki dunia fashion Korea Selatan khussnya bagi kaum pria. Bisa dilihat di
bawah ini!!
Perhatikan tanda panah dan lingkaran ya!
Model celana Kang Ma Ru yang ditampilkan di episode 18
(atau beberapa episode lainnya) menampilkan fashion celana pria yang tanggung,
singkat, hanya sebatas mata kaki saja serta menggunakan celana dasar (kalo kata
orang kita bilang) untuk celana longgar bukan Jeans). Dan kaki akan kelihatan jelas saat pemakainya duduk.
Yap, model celana pria seperti ini sering diterapkan oleh
muslim (pria penganut agama islam) yang cukup taat sebagai pilihan berbusana. Pernah
saya tanya langsung sama Mama, yang kebetulan salah satu adik laki-lakinya
sering menggunakan celana seperti ini, kenapa harus tanggung seperti itu. Jawabannya
karena aurat pria hanya sebatas pusar sampai dengan lutut kaki, jadi celana
yang panjang sampai di bawah mata kaki
hanya membuang bahan, yang bisa dikatakan Mubazir...
Hahahahaha, ini hanya selintas pikiran saya saat melihat
gaya busana Kang Ma Ru. Yang terpikir oleh saya adalah kenapa kita harus heran atau
merasa kampungan melihat pria menggunakan celana singkat di atas mata kaki,
sedangkan di Korea sana, yang dikenal sebagai salah satu icon fashion Asia
saja, para aktornya menggunakan celana ini, lah kenapa sebagai muslim kita
harus heran toh!!!!
Sekedar intermezo dari pemikiran usil saya. :D Bukan
untuk diperdebatkan ya.
Untuk keterangan alasan sebenarnya mengenai celana
singkat, bisa silahka googling/searching langsung deh.
Ini drama Korea yg pertama kali aku tonton tanpa kaset
bajakan, emang mengikuti/tidak terlalu terlambat dari jam tayang sebenarnya di
Korea Selatan sana. Yap, bisa nonton gitu tentu karena fasilitas yang lumayan
mengenakan baik dari rumah atopun dr tetangga (read: ngetik sambil
cengengesan), jadi bisa nonton ‘lebih awal’ Kek Kek Kek. Drama dengan judul asli 세상 어디에도 없는 착한남자 / Sesang Eodiedo Eobsneun Chakhan Namja / No Such Thing As Nice Guys atau lebih gampangnya, "Tidak ada yang namanya Lelaki Baik". Namun karena dianggap sedikit kontroversi dan diprotes karena sedikit sarkastik, maka sejak penayangan episode 3 diubah hanya dengan Nice Guy.
Awalnya pas baca ulasan drama ini di salah satu fansite
Korea, tertarik karena cast-nya adalah artis-artis yang tidak asing di mata
aku. Song Joong Ki, yang pertama
kali aku tau lewat drama Will It Snow for
Chrismast disusul dengan drama Sungkyunkwan Scandal dengan aktingnya yang
kocak tapi tetap cerdas dengan rule
tersendiri. Moon Chae Woon, taunya
sih Eoni (panggil aja gitu) pertama kali di drama Brilliant Legacy, lanjut pas nonton aktingnya di drama My Fair Lady, n terakhir drama yang
cukup baik tapi tidak sempat ditonton hehehehe, The Princess Man, yang katanya mendapat respon baik dari netizen
sana, pokoknya familiar deh dengan tampang Eoni satu ini. Malah beliau udah
pernah berpasangan dengan Lee Min Ho (oom yang tidak cocok jadi peran gembel)
dalam drama Mackeral Run. Ada lagi di iklan Souju sama Yoo Ah In.. Kan udah
familiar sangat. Nah terakhir sama Park
Si Yeon eoni, awal liat aktingnya sebagai perempuan baik yang workaholic
dalam drama Coffe House dimana Eoni
adu akting sama Kang Ji Hwan & Eunjung T-Ara.
Gambaran
awal karakter Kang Ma Ru sebagai mahasiswa kedokteran
Nah, pas liat gambar2 di fansite tersebut, ada gambar
Song Joong KI (as Kang Ma Ru) pake kacamata, lagi baring direrumputan sambil
baca buku tebal. Pikiran pertama terlintas, hhhmmmm jadi ini alasan kenapa
judulnya “Nice Guy”, dia cowok dg image yang baik sih. Pasti ini cowok bakal
jadi tumbal suatu keadaan semisalnya dimanfaatin gitu sama orang karena dia
baik. Sebenarnya tidak terlalu melenceng dari kesan awal sih, tapi tetap aja
meleceng karena dia baik tapi dia juga manfaatin orang. Kan jadi bingung. Iseng-iseng buka chanel KBS World, hari Rabu tapi
tanggalnya lupa, di TV lagi ada adegan dimana Kang Maru (Song Joong Ki) divonis
kurungan penjara selama 5tahun, lanjut dengan adegan Kang Maru baru bangun
tidur lalu dipeluk cewek dari belakang, WHAAATTT?
ini yang namanya cowok baik, sekilas terlintas pikiran gitu. Tetap saja
dilanjutin nonton karena beda dengan persepsi awal yang bikin bingung (selalu
bingung). Sampe menit terakhir episode pertama, DAEBAK, keren oi. Dari sorotan mata para cast-nya bisa dapat
feel kalo ini film serius... Ternyata ini bukan drama komedi-romantis, tapi
film melodrama dengan konflik yang super sulit n bikin galau.
Karena cuma nonton mulai dari pertengahan, yaudah
langsung googling cari sinopsisnya.. Hoooo makin tertarik!!! Besoknya di jam
tayang yang sama, hari Kamis, nonton juga mulai dari awal dimana Moon Cahe Woon
(Seo Eun Gi) marah-marah di depan Ayah, 2 sekretaris dan Park Si Yeon (Han Jae
Hee). Tonton terus sampe akhir. Daebaaaaaak. Konfliknya dapat coi.
Dengan rasa penasaran aku buka di youtube, tentu saja
dengan fasilitas “gratis unlimited” yang udah disinggung di awal tulisan,
langsung deh streaming nonton episode 2 bagian awal yang tertinggal.... O.O
ketagihan sampe episode 8. Ternyata di Korea Selatan sana emang baru sampe
episode itu, jadi harus nunggu dengan sabar, bertarung dg rasa penasaran,
ketidakpastian sinyal yang nyat nyit nyut.
Selalu berpikir keras gimana caranya supaya bisa nonton
tanpa ada buffering ataupun gangguan
lain. Tapi emang jujur, karena cerita yang menarik, akting yang baik dan galau
yang menjadi2, aku sangat excited
dengan datangnya hari Rabu. Padahal baru bisa nonton esok harinya sih sambil
nunggu subtittle english hehehehehe.
Sampai dengan akhir episode aku masih terkagum dengan
jalan cerita yang tidak biasa yang ditampilkan dalam drama ini. Mulai dari
pertengahan nonton sampe akhir cerita, di twitterku masih terpampang poto
Maru-Eungi sebagai avatar. 1 minggu pasca final tetap belum ganti,, sayang
rasanya!
Jujur selama penanyangan drama ini, selalu dihantui
dengan ending yang bakal mengharukan apalagi kalo sampai sad ending &
ceritanya malah gajebo, seperti drama Fashion King. Ditambah lagi ada cerita dimana
Kang Maru menderita penyakit saraf yang cukup berbahaya, kesempatan 50:50 kalaupun
menjalani operasi. Tapi syukurlah,
sampai ke menit terakhir drama ini, ending tidak mengecewakan walaupun sempat
ngrasa bingung lagi.
Di beberapa situs, dalam sinopsis drama ini dituliskan bahwa Kang Maru yang dikhianati oleh kekasihnya, Han Jae Hee, ingin membalas dendam dengan memanfaatkan seorang gadis yang hilang ingatan Seo Eun Gi untuk membuat kekasihnya kembali ke pelukannya. Sedikit tidak setuju dengan sinopsis umum ini, yang cocok, menurut saya, Kang Ma Ru memanfaatkan Seo Eun Gi, seorang gadis yang arogan tetapi kurang peka terhadap rasa sayang dan cinta karena kurangnya kasih sayang dari orang tua. Tapi dengan sinopsis yang ada lebih mudah dipahami ya. (Setelah dicek lagi, pada tanggal 20 Nov 2012, sinopsis drama Nice Guy sudah diedit disitus dramawiki)
4 thumbs buat drama satu ini. Semua jari deh kalo perlu.
Bagi aku, drama ini yang paling berkesan selama tahun 2012 ini, kemudian no 2
nya drama Reply 1997 di TvN, channel TV kabel di Korea Selatan. Ada yang
menulis kalo drama The Moon that
Embraces The Sun pernah mencapai rating penayangan hinga 40%, tapi bagi saya
ini drama yang paling masuk akal dengan konflik yang rumit, tapi tetap
membahagiakan untuk semua karakter.
NB : My opinion, The Moon that Embraces The Sun berakhir dengan hepi-ending, tapi bagi aku tidak, karena
dari kebahagiaan yang mereka didapat tokoh utama, terlalu banyak yang berkorban
dan tersakiti. Dimaklumi karen ini adalah Saeguk drama, yang memang terkadang
lebih ekstrim mengingat di zaman kerajaan hal seperti ini biasa terjadi. Hanya sekedar
opini, teman-teman boleh punya pemikiran yang berbeda.
Selasa, 19
Juni 2012 pukul 00.15 akhirnya bisa nyelesai’in K-Drama Fashion King. Setelah 4
hari berjuang untuk menghindari amukan ‘masa’ keluarga yang menagih janji kelas
skripsi dan nonton dengan bergerilya, akhirnya filmnya kelar dengan hasil yang
bikin lemes...
Yap, bagi kalian para pecinta K-Drama mungkin udah nonton ato udah baca sinopsis dramanya
yang kalo dicari di om GOOGLE gak bakal ketemu blog indonesia yang nulis
sinopsisnya sampai abis. Usut punya usut rupanya udah terlanjur kecewa dengan
endingnya, jadi yang punya blog jadi malas nerusin nulis sinopsisnya. Xi xi xi
xi dimaklumi kok. Aku juga kecewa.
Gimana gak lemes? judulnya aja FASHION KING, aku pikir bakal menunjukkan kesuksesan seorang yang berusaha dan berbakat dengan lika-likunya. Setelah sampai ke ending timbul pertanyaan, siapa si Raja Fashionnya? Aku gituh?
BAGI YANG
UDAH NONTON, MARI KITA REPLAY.
Perasaan sayang yang besar kepada Ga Young tapi bayarannya seperti ini? Tega T.T
Setelah kegagalan
Kang Young Geul dalam mempertahankan masa keemasannya, ia memilih
menyembunyikan diri bahkan dari kekasihnya sekalipun, Lee Ga Young. Sudah jelas
di sana Ga Young begitu terpukul dengan kepergiannya, ditambah lagi saat ia
melihat Jang Jae Hyuk yang disiksa si Bapak karena berusaha mewujudkan
keinginan Kang Young Geul yaitu melaksanakan Fashion show untuk karya Ga Young.
Sumpah!!!! Emosi nih ngetiknya.
Di sana
sudah jelas juga kalo si Jae Hyuk menyembunyikan surat dari Young Geul untuk Ga
Young, yang mengirimkan tiket pesawat menuju New York. Lalu Jae Hyuk mengajak
Ga Young ikut bersamanya tinggal di New York. Dan Ga Young setuju. (pengen aku
jambak tuh Ga Young). Sisi positif dalam hati kecilku (xixixixi) bilang, ‘yang
jahat harusnya ada balasan yang setimpal, minimal perbuatannya diketahui mau
diapakan ya terserah.”
Awalnya aku
pikir, alasan Ga Young nerima tawaran Jae Hyuk karena semua kebaikan hati dan
ketulusan Jae Hyuk juga elihat penderitaan Jae Hyuk yang korban siksaan si
Bapak dan tekanan Si Emak. Ditambah lagi Young Geul yang pergi dengan
meninggalkan kalung serta lollipop yang seolah sebagai tanda perpisahan. Tapi kalo
dipikir2 lagi, jadi apalah arti semua perjuangam, ketulusan, dan pengorbanan
Young Geul terakhir yang memohon pada
Jae Hyuk dengan membuang harga dirinya. Pikir itu pake otak!!! GRRRgggghhh
(masih sangat emosi,).
Dalam menit-menit
terakhir drama ini, seolah2 dengan mudah Ga Young lupa ato sengaja lupa dengan
semua kenangan yang ada bersama Young Geul. Jelas sekali dia tahu Young Geul di
New York tapi tidak berusaha mencari, pahal Young Geul sudah seperti orang gila
saking rindunya.
Puncaknya saat
Young Geul menelpon Ga Young yang mengatakan ia masih rindu dan sangat rindu,
kalo bisa nelpon kenapa tidak tanya, apakah tiketnya sampai? Apakah kau membaca
suratku? Kenapa kau tidak datang? Sumpah kesal sungguh tingkat mahadewi. Dimana
perasaan kamu nak? Saat pembunuh misterius datang dan menembakpun, saluran
telepon mereka berdua masih tersambung. Apa Ga Young tidak curiga ato kaget? Justru
iya mengatakan “aku juga merindukanmu”... Ah dasar kamuh. (adegan ini benar2
bikin aku ngerasa yang mati itu Yoo ahn in lho! Pliss jangan).
Setelah bunyi tembakan Ga Young mengungkapkan kerinduannya pada Young Geul
Adegan
seperti itu pasti menimbulkan banyak spekulasi, siapa yang membunuh? Dan dideretan
pertama opini pemirsa adalah Lee Ga Young. Karena jelas2 ia mendengar suara
tembakan tetapi tidak kaget.
Yang meragukan
di sini adalah ekspresi Lee Ga Young yang seolah benar2 merindukan Young Geul. Berarti
peran Ga Young sebenarnya adalah wanita bodoh, gitu?!
Ending dengan
kematian Kang Young Geul bukanlah hal yang menjadikan aku kecewa berat. Karena tidak
semua ending dengan kematian adalah tragis (49 days misalnya). Atau ending yang
bahagia dengan bersatunya kedua orang yang saling mencintai merupakan akhir
yang indah ( The Moon that Embrase the Sun contohnya). Yang bikin kecewa adalah
tidak adanya arti perjuangan Young Geul selama ini... T.T emang harus diakui
kalo terkadang cara Young Geul dalam menjalankan bisnis justru merugikan pihak
lain. Tapi di situ nunjukkin emang seperti itulah manusia, ada kelebihan dan
kekurangannya. Malahan bagiku yang menjadi poin tambahan untuk film ini adalah,
pemeran utama bukanlah sosok yang hanya ditonjolkan sisi kebenaran dari
dirinya, tapi juga kesalahan yang dia buat. Karena biasanya drama sering
seperti itu kan?! Jadi harusnya ditunjukkan minimal sedikit hasil dari usaha
Young Geul selama ini, walaupun dia mati ato tidak bisa bersatu dengan Ga
Young. Justru drama ini, kita gak tahu apa makna dan hikmah menontonnya. Pelajaran
apa yang didapat? Yap intinya yang kulihat adalah makna, pesan dan pelajaran
dalam suatu drama.
Mungkin di
sini juga suatu tantangan bagi penulis skenario yang ingin menampilkan ending
karyanya yang tidak biasa. Bagaimana respon penonton pada akhirnya, apakah ia
berhasil membuat respon yang beragam, itulah titik keberhasilannya dalam
menulis sesuatu yang menarik. Ada yang ng-post ending ‘Memories in Bali’ juga
gak beda jauh ya?
Tapi yang masih jadi pertanyaan paling besar adalah, kenapa Young Geul harus mati??????? Sepanjang perjalanan ceritanya tidak ada 1 alasan pun yang bisa membenarkan alasan kenapa akhirnya dia harus mati. Perbuatannya sekalipun tidak ada yang kelewatan sampai harus dibunuh sebagai jalan terakhir. Walaupun dia terkadang mengganggu ketenangan Jae Hyuk (sama-sama saling ganggu sih), toh Jae Hyuk mendapatkan Ga Young, kan? Atau mungkin Young Geul yang memutuskan bunuh diri dengan menyewa pembunuh bayaran?? Tapi kenapa Ga Young tidak kaget dengan suara tembakan ditelepon??? akkkkhhhhh nonsense.
Kalau di
lihat dari sisi Ga Young, sumpah deh gak bisa dilihat apa yang ia dapat,
seolah2 di sini penulis skenario membuat image Ga Young justru seperti sosok Ga
Young di mata Madam Jo dan anaknya Jeong Ah, wanita yang keras kepala dan
memanfaatkan apa yang dapat menguntungkannya. Padahal selama 19 episode
sebelumnya, jelas ia bukan wanita seperti itu.
Untuk sisi
Jang Jae Hyuk, mungkin inilah buah dari penderitaan yang ia dapat dari tekanan
dan siksaan orang tuanya. Ia mendapatkan Ga Young. Terlepas dari ketidakmampuannya
dalam berbisnis.
Yang paling
aku suka adalah nasib Choi Anna. Karena ia akhirnya ke Itali, bisa lepas dari
semua pelaku cinta segiempat tersebut. karena bagaimanapun juga, ia bukanlah
antagonis murni. Dan ia juga punya andil dalam kesuksesan Young Young Apparel. Jadi
keputusan penulis skenario dalam menentukan nasib Anna sudah pas.
Berawal dari
ketertarikan dengan para pemainnya, ada Yoo Ahn In, pemain Sungkyunkwan Scandal
yang perlahan-lahan menarik minatku dengan wajah tampan ‘oplas’nya, lalu dengan
debut perdana Kwon Yoo Ri, member SNSD, dan akting dari Shin Se Kyung di The
Great Queen Seon Deok plu mantan pacar ‘nan namja chingu’ Jonghyun SHINee,
drama ini benar-benar aku tunggu kehadirannya di Lapak Bang Ucup, pangeran
kaset bajakan Korea. (Ahahahaha, orang baik ini).
Di awal cerita sampai selesai menonton eisode
1 aku cukup kaget, begitu cepat jalan ceritanya sampai2 mereka di Amerika
Serikat. Jadinya ketertarikan untuk melanjutkan dramanya kurang, untung
pemainnya Yoo Ahn In jadi terus deh.
Di episode
ke 2, episode favoritku, aku paling suka adegan saat Young Geul ngegembel dalam
perjalanan menuju AS. Ahahahha sampai dia ketemu dengan Ga Young itu lho bikin
interest sangat. Tapi kalo ingat endingnya, aku jadi malas mau ulang nonton.
SIGH!!!
Setelah episode
ke 6 lah aku ngerasa, ‘film ini dapat maknanya’. Karena di awal cerita antara
Young Geul dan Ga Young tidak gampang timbul benih-benih cinta, hanya sebagai
boss-karyawan, dan hubungan saling tolong menolong. Di sinilah perbedaan yang
bagus dari drama yang biasanya, dimana kedua pemeran utama gampang menunjukkan
sisi ketertarikan mereka.
Sampai episode
19 aku masih optimis lho endingnya gimana. Pasti Ga Young – Young Geul bersatu,
tanpa melihat dari segala sisi. Dan pas nonton episode terakhirnya, yap itulah
yang terjadi. T.T
Untuk nasib
pemain yang lain dan ketidakwajaran yang ada diotakku yang “jenius drama” ini
sbb (ahahaha aku dak jenius kok, Cuma agak songong):
-Cerita
masa kecil Ga Young – Young Geul yang gajebo. Kok bisa kalungnya ada di tangan
Young Geul padahal jelas2 kalungnya udah dikembalikan ke Ga Young
-Masalah
kematian dan peralihan usaha orang tua Ga Young, apa yang terjadi sebenarnya? Apa
benar Madam Jo yang membunuh mereka?
-Nasib
pegawai Young Geul yang begitu setia dengan boss tampannya. Bong sook?
-Kerjasama
Young Geul dengan Hwan tae sang apakah lancar?
-Cerita
dari keluarga Young Geul, apakah ibunya yang ‘kawin lari’ dengan suami Madam
Jo?
-Butik
yang telah berhasil direbut kembali oleh Young Geul untuk Ga Young gimana
nasibnya?
-Kematian
ayah Young Geul yang belum bisa ketemu anaknya selama 20 tahun. Katanya seminggu
lagi mau ngajak Ga Young ketemu ayahnya? Tapi perasaan adegannya udah lewat
dari seminggu tuh. Hahahahah (Cuma asal pikiran).
Masih banyak
lagi sebenarnya uneg-uneg dalam hati yang mau dikeluarin. Bukan hanya dari sisi
negatif skenario drama ini, tapi juga sisi positif drama ini di banding drama
lain. Tapi berhubung suasana hati sedang mumet karena ending yang mengecewakan,
semua yang positif tertutupi. Semoga kalo pikiran jernih, aku bisa nuangin ke
tulisan. Untuk menulis sepanjang ini dalam waktu singkat, cukup mengherankan
lho. Ahahaha
Mohon komen
atopun sarannya ya teman, baik untuk cerita drama FASHION KING atopun gaya
penulisan saya sebagai pemula.
Gimanapun juga,
tetap ada hikmahnya drama ini walau belum bisa ditemukan ato dijabarkan. Sebab film/drama
yang berkualitas menurutku yah dimana karya tersebut bisa menampilkan makna dan
sisi lain dari kehidupan yang tidak kita ketahui...
Oke teman...
walau kemungkinan 99% yang buka posting ini, tapi semoga aku rajin ngurus blog
ini.
Perjuangan mantan penyanyi cilik melawan kanker ganas.
Pernah mendengar istilah Rabdomiosarkoma (Rhobdomyosarcoma)?? Istilah ini memang aneh dan jarang terdengar sesuai dengan artinya. Kanker jaringan lunak yang sangat jarang terjadi di dunia kedokteran, kanker no.1 dari semua jenis kanker. Yang mampu berkembang dengan cepat selama 5 hari. Namun sayangnya penyakit ini menghinggapi tubuh remaja cantik, Gita Sesa Wanda Cantika ato akrab disapa Keke, yang menjadi orang pertama di Indonesia yang mengidap penyakit ini.
Keke hidup bersama sang Ayah, Jody bersama kedua kakak laki-lakinya, Chika dan Kiki setelah perceraian orang tuanya. Menjalani hari-hari layaknya remaja yang beranjak dewasa.. Bersekolah di SMP AL Kamal, ia menjalani hari bersama keenam sahabat dan kekasihnya, Andy. Anak yang ceria, cerdas dan rendah hati.
Suatu hari, Keke (13th) terkena sakit mata yang membuat matanya berair dan merah. Awalnya ia berpikir bahwa ia tertular penyakit mata kakaknya yang memang sedang mewabah di sekolahnya. Namun setelah diberi obat matanya tak juga sembuh, malah bertambah parah dengan disertai mimisan di bagian kiri hidungnya.
Dari hasil diagnosis beberapa dokter, Keke divonis positif terkena Rabdomiosarkoma, yang dilihat dari jenis kanker yang cepat menyebar dalam 5 hari, harus segera dilakukan operasi untuk mengangkat kanker tersebut. Proses operasinya yakni harus memotong tulang pipi, lalu mata dan mengangkat setengah wajahnya. Ayah Keke tidak bisa membayangkan betapa akibat operasi sangat fatal bagi masa depan anaknya, apalagi tidak ada jaminan pasti bahwa kanker itu akan hilang dan sembuh total.
Mulailah perjuangan Keke dan Sang Ayah dalam menyelematkan hidupnya, mulai dari berbagai pengobatan alternatif sampai akhirnya menemukan seorang dokter ahli kanker, Prof.Mukhlis, yang sangat bersahaja dan sabar dalam menangani kasus langka ini sehingga Keke sempat merasa kesembuhan untuk beberapa saat.
Dalam novel ini, Agnes-Davonar berhasil menggambarkan kisah perjuangan Keke yang disertai kasih sayang dari orang tuanya, saudara-kerabat, teman serta kekasihnya. Dimana ia sempat down, dan bangkit lagi karena berbagai hal yang menjadi pembangkit semangatnya. Kerendahan hati Keke yang menganggap dan merelakan dirinya sebagai kelinci percobaan para dokter, agar tidak ada lagi orang yang mengalami nasib yang sama sepertinya di kemudian hari. Selain perjuangan melawan penyakit, ia juga berjuang dalam meraih ilmu. Dalam kondisi yang parah, ia dapat mengejar ketinggalan dengan mendapat peringkat 3 di kelasnya. Ia mengajarkan bahwa pendidikan bukan sesuatu yang harus ditinggalkan walau dalam keadaan apapun.
Ku akui saat membacanya aku sedikit membandingkan dengan kisah hidup Aya Kitou dalam drama 1 Litre of Tears. Ya, ceritanya sama dari segi penderitaan yang dialami. Namun kisah ini tak kalah baik dan patut di contoh. Walau Keke tidak menuangkan kisahnya sendiri lewat tulisan, tetapi ia meninggalkan kisah perjuangan yang indah dimana ia dapat menyatukan banyak pihak dalam hidupnya.
Tulisan Keke mengenai efek rumah kaca di Bandung sempat dipublikasikan di majalah dinding tempatnya bersekolah terakhir, SMA AL Kamal. Dengan harapan banyak orang yang tergerak hatinya dalam menjaga lingkungan sekitar.
Kisah Keke ini telah difilmkan dengan durasi 120 menit dan segera tayang pada 7 Juli 2011 (Yez, pas dengan sweet 21th ku!!!). Dengan menyeleksi 6500 peserta dari sekolah tempat Keke pernah mengeyam pendidikan, yayasan Al Kamal, terpilih Dinda Haw sebagai Keke. Didukung dengan pemain handal lainnya seperti Alex Komang (Jody, ayah Keke), Egy John. F (Chika), Dwi Andhika (Kiki) dan Esa Sigit (Andy).
Dinda Haw sebagai Keke
Harapannya sih filmya bakal sesuai dengan novel, tidak banyak unsur yang dihilangkan. Yah, karena aku sering kecewa dengan film adaptasi yang udah ada, sering meleset......
Ohya, novelnya jadi best seller di Indonesia juga di Taiwan lho!!!
Semester 2 di kelas 3 SMP, Momoka Usami mendapat bangku di sebelah Takahiro Narumi, cowok berkacamata paling aneh di kelas yang kurang bergaul dengan para siswi.
Awalnya Momoka yang polos merasa takut, ditambah dengan bualan teman-temannya mengenai mitos yang menyertai si kacamata, jika seorang cewek duduk di sebelahnya maka ia tidak akan punya pacar selamanya. Dan juga tiap kali dia mengajak Narumi berbicara selalu diabaikan.
Namun mitos itu perlahan mulai sirna karena sedikit demi sedikit Narumi menampakkan kebaikan hatinya pada Momoka dan sisi lain dirinya yang tidak diketahui teman-teman di kelas.
Narumi yang mencemaskan Momoka saat sakit dan menolongnya, Narumi yang menyembunyikan alasan kenapa dia suka mengabaikan orang, hobi fotografer Narumi dan Narumi yang keren saat melepas kacamata (aku suka momen ini!!!) membuat Momoka yang tidak pernah merasakan suka pada seorang pria menjadi dag dig dug.
Sayangnya saat akan menyatakan perasaannya, Momoka merasa tidak yakin karena suatu perkataan dari Narumi sehingga ia mengurungkan niat. Dan karena suatu kondisi, pertemanan mereka terpaksa putus.
Tapi, ini belum ending lo!! Lebih baik baca sendiri dan rasakan apa yang Momoka rasakan.
Cerita yang biasa dan umum dijadikan cerita komik tetapi bagiku tetap menarik, karena sang Pengarang, Minase Ai mampu menyampaikan dan menggambarkan peraaan Momoka sebagai gadis belia yang baru tahu tentang cinta sangat natural. Tanpa ada embel-embel “lebai” pada cerita. Seolah-olah kita yang membaca menjadi Momoka (atau aku yang alai??). Apalagi bagi kalian (gadis-gadis) yang pernah mengenal cinta atau baru merasakan yang namanya jatuh cinta.
Sejak pertama liat komik ini di bagian New Release Gramedia, aku udah tertarik, yakin komik ini bagus n membuat khayalanku kembali tinggi... (andaikan hidup seperti dunia komik yang penuh cowok keren). Perjuangan untuk membelinya pun cukup menjengkelkan karena kena tilang Polisi sok suci, sok jual mahal, sok ganteng, ngaku2 masih bujang... Cuihhh (Melenceng!!!!).
Aku sarankan kalian baca komik ini, yah walau manfaatnya gak begitu keliatan, tapi cocok untuk mengisi waktu luang sekadar ngilangi pusing dari belajar ato kesibukan kuliah... Gak sabar tunggu volum 2 nya terbit!!
“aku hanya ingin… orang yang aku cintai, jatuh cinta, dengan orang yang dicintainya…”
(Shizuru Satonaka)
Shizuru Satonaka with Makoto Segawa
Starring : Hiroshi Tamaki
Aoi Miyazaki
Meisa Kuroki
Realese : 2006, October 28th
Running Time : 116 minutes
Makoto Segawa (Hiroshi Tamaki), mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di Universitas Meikyou, cowok yang baik hati, tulus, ramah namun pemalu. Dia mengidap penyakit ‘gatal-gatal’ di bagian perut sedari kecil, sehingga ia harus terus memakai obat tiap hari agar gatal-gatalnya tidak mengganggu kegiatannya. Namun ia merasa bahwa bau obat tersebut dapat mengganggu orang di sekitarnya sehingga ia lebih memilih untuk menjauh.
Shizuru Satonaka (Aoi Miyazaki), mahasiswi jurusan Bahasa Prancis, wanita ceria dengan senyum yang khas dan berkacamata. Badannya bagai anak kecil (tanpa lekuk semestinya wanita dewasa) dengan pakaian celana maupun rok tanggung di atas mata kaki dan baju berlapis, mengaku memiliki penyakit langka yang membuat hormone pertumbuhannya terhambat. Karena keanehan cara berpakaian, sikap (selalu mengusap hidung) dan pembawaan seperti anak kecil, tergolong kurang bergaul dengan sesama. ( Unik,kan????)
Dimulai dengan flashback Makoto, saat ia dalam perjalanan menuju New York. Ia teringat akan kebohongan Shizuru mengenai hal-hal aneh.
Saat acara penyambutan mahasiswa baru di Universitas Meikyou, Makoto tidak hadir dan memilih untuk mencari lokasi memotret. Ia tertarik dengan hutan di belakang kampusnya, yang dilarang untuk dimasukki. Sesaat ia melihat wanita yang mencoba menyeberang ke arah kampus di tengah keramaian jalan. Makoto memberitahu bahwa ada jalan yang dapat dilalui, namun si wanita menolak dan memilih untuk tetap mencoba menyeberangi jalan yang ramai. Makoto pun meninggalkan wanita tersebut, namun di kejauhan ia merasa wanita ini unik dan memotretnya.
First time they meet.
Ternyata mereka satu kelas untuk mata kuliah Hubungan Internasional. Makoto melihat wanita tadi terus tidur selama kuliah berlangsung. Dan juga ia memperhatikan rombongan mahasiswa lain dimana salah satunya adalah seorang wanita cantik, Miyuki.
Saat jam istirahat, wanita aneh tadi mendekati Makoto, mengenalkan diri, dan mengajaknya berteman. Shizuru Sanotaka. Shizuru pun mengatakan bahwa ia tahu kalau Makoto memotretnya dari kejauhan. Makoto yang pemalu sedikit merasa panik, namun ia bertanya apakah Shizuru berhasil menyeberangi jalan tadi, dan ia memberitahukan cara mudah untuk menyeberangi jalan tersebut.
Esok paginya mereka pergi ke jalan tersebut dan dengan mudah Shizuru menyeberang.(siapa yang mau lewat subuh hari???). Makoto meninggalkan Shizuru yang kegirangan, menuju ke hutan. Ia bermaksud memasuki hutan. Shizuru ternyata mengikutinya dan mereka bersama-sama masuk ke hutan. Ternyata hutannya emang indah dan asri, dengan danau yang indah, bunga-bunga dan kicauan burung… Pas buat jadi objek fotonya. Dengan cepat di hutan tersebut mereka akrab sebagai teman. Shizuru mulai bercerita hal-hal yang aneh mengenai dirinya yang kekurangan hormone pertumbuhan dan makanan pokoknya, yaitu biskuit donat.
Di kantin keesokan harinya, Makoto disapa oleh Miyuki dan mengajak ia bergabung dengan teman yang lain yang ternyata sangat friendly dan menyenangkan. Bahkan bersama Miyuki dkk, Makoto berlibur ke pantai. Makoto mulai menyukai Miyuki yang baik hati dan ramah.
Saat berkumpul, teman-temannya menanyakan kedekatan Makoto dengan seorang wanita aneh, dan Makoto hanya berkata mereka hanya berteman. Saat menertawakan keanehan Shizuru, ternyata di belakangnya berdiri Shizuru yang mendengar jelas perkataan teman-teman Makoto. Sesaat ia berlari ke hutan dan Makoto mengejarnya. Shizuru bukan marah karena ejekkan teman-temannya, tetapi kepada Makoto yang tidak membelanya hanya bertahan dengan kata-kata “dia hanya seorang teman”. Shizuru ingin Makoto membelanya. Namun sakit hatinya terobati karena kelembutan hati Makoto, saat Makoto memberinya oleh-oleh dari pantai berupa biskuit donat kesukaan Shizuru. (Padahal Makoto pergi ama Miyuki si cewek idaman, tapi tetap ingat dengan Shizuru. So sweet nggak??? Ya iya lah.)
Shizuru mulai tertarik dengan dunia fotografi karena terus melihat Makoto melakukannya. Makoto pun mengajari teknik fotografi di hutan sekaligus mencetak film di rumahnya. Di perjalanan pulang, Shizuru berkata bahwa ia akan dewasa, menjadi seorang wanita yang cantik, ia akan melepas kacamatanya, tumbuh gigi, pinggul dan dada. Dan saat itu Makoto akan terheran melihatnya dan ia akan menjadi orang yang dicintai.
Saat sedang memotret di hutan, Shizuru terkejut dan marah karena Makoto mengajak Miyuki memasuki hutan tempat rahasia mereka. Selama beberapa hari Shizuru tidak muncul di hadapannya.
Namun Makoto terkejut saat melihat Shizuru yang berbincang akrab dengan Miyuki mengenai batu perhiasan. Ia menarik Shizuru dan bertanya dengan nada heran apa yang terjadi. Bukankah kau sedang marah?. Shizuru berkata “aku hanya ingin… orang yang kucintai, jatuh cinta, dengan orang yang dicintainya.” Makoto heran.
Karena suatu keadaan, Makoto dan Shizuru tinggal satu rumah di rumah Makoto. Mereka mencetak foto hasil potretan masing-masing dan Makoto terheran dengan hasil foto Shizuru dengan objek manusia. Sebagai bayaran atas kebaikkan hati Makoto, Shizuru berniat membayar dengan tubuhnya (Sinting ni orang, cowok sepolos Makoto diumpan kayak gitu mana mempan. Hahahaha). Tentu saja Makoto menolak. Shizuru berkata bahwa suatu hari Makoto akan menyesali tidak tidur dengan wanita cantik. (Asli, sinting!!!).
Makoto bermaksud mengikuti kompetisi fotografer dan mengajak Shizuru, dengan antusias Shizuru menerima dan merencanakan tema dan waktu untuk memotret, yakni hari Minggu. Namun Makoto telah membuat janji lebih dulu untuk menemani Miyuki menghadiri pameran Gaun Pengantin sebagai kado ulang tahun untuk Miyuki, karena Miyuki sangat menggemari rancangan gaun pengantin. (sebelumnya…) Miyuki acap kali melihat catalog gaun pengantin saat jam kuliah. Sambil berbincang Miyuki mengatakan bahwa seorang lelaki akan memegang kebahagiaan orang lain di tangannya, begitu pula Makoto.
Shizuru kecewa, dia menganggap Makoto membuatnya senang kemudian menjatuhkannya ke dasar neraka. Tetapi Shizuru malah merancang rencana untuk kencan Makoto, memberi ide mengenai pakaian yang pantas.
Makoto menggunakan jas resmi dengan rapi. Ia memilih tidak menggunakan obat gatal agar tidak mengeluarkan bau yang menyengat. Saat pameran berlangsung, Makoto merasa gatal-gatal yang sulit untuk ditahan. Ia kebingungan dan berlari ke toilet, saat meletakkan jasnya di wastafel terdengar bunyi benturan dari kantong jas. Ternyata Shizuru menaruh obat gatal di kantong jasnya.
Di rumah Makoto, saat makan, gigi susu Shizuru tanggal (ternyata dia nggak bohong!!!!).
Hingga pameran usai, Makoto terus terpikir mengenai perhatian yang diberikan Shizuru. Bahkan ia tidak mendengar Miyuki yang mengajaknya berbincang.
Sebelum tidur, Makoto bertanya kapan ulang tahun Shizuru karena ia ingin merayakannya juga. Shizuru berkata ia tidak perlu khawatir, pikirkan saja bagaimana memenuhi cinta Miyuki. Makoto cukup memberinya hadiah, berupa ciuman (cewek edannn…)!!!. “Ada yang lain yang kau inginkan?” Tanya Makoto. “kalau kau menciumku, aku bisa mati dalam keadaan bahagia.” Jawab Shizuru. Shizuru bertanya apakah kau pernah mencium Miyuki. “Pernah. Lima kali!!” (Bohong…..! orang polos gak bisa nutupin expresi bingung kalo bohong). Shizuru berniat mengambil tema ‘Kekasih’ untuk kompetisi foto. Makoto meyanggupinya sebagai model foto untuk kado ultah buat Shizuru. (Huaahhhh, Makoto emang d’best. Gak mau ngecewain Shizuru… aku mau!!!).
“Kapan ultahmu?”.
“Aku jadikan besok.” (!!!!!!!!!!!!!!)
“Besok?”.
Shizuru without Glasess
Di hutan di pinggir danau (lokasinya pas banget n alami dengan baju mereka yang putih), Makoto dan Shizuru bersiap untuk pengambilan foto. Makoto gugup, tapi Shizuru tetap santai. Saat akan memulai, Shizuru membuka kacamatanya( dan Makoto pun terpana). Dengan gugup Makoto mulai mencium bibir Shizuru. (aku suka adegan ini, bukan karena ngeres ato apa. Silahkan baca di Personal Opinion).
Setelah pengambilan gambar, Makoto kembali ke kampus dan berjanji akan membuat pesta dan makan malam untuk Shizuru sebagai foto pelengkap bagi Shizuru. (Lovely Namja). Sebelum Makoto pergi Shizuru bertanya, “apakah ada sedikit cinta dalam ciuman tadi?”. Makoto heran. (Bingung tepatnya).
Setibanya di kelas, Makoto merasa ada yang aneh dan pikirannya melayang sehingga tidak berkonsentrasi dengan kuliahnya. Ia pulang dengan membawa belanjaan untuk pesta nanti malam. Namun ia kaget dengan notes yang ia temukan tertempel di lemari pendingin, notes dari Shizuru. “Selamat Tinggal. Terima Kasih untuk semuanya.” Dengan cepat ia melihat ke perlengkapan Shizuru. Nothing.
Bergegas ia bersepeda menuju kampus untuk bertanya alamat Shizuru. Petugas administrasi berkata seorang wanita bernama Satonaka mengajukan diri sebagai sukarelawan, yang awalnya ditolak karena sebentar lagi dia akan lulus. Dengan panik ia bergegas ke rumah keluarga Satonaka tapi terlambat. Di tengah hujan, Makoto pergi ke hutan tempat biasa ia bersama Shizuru.
Makoto merasa setelah ciuman pertamanya ia dapat memulai awal dari segalanya, namun ia terlambat. Saat-saat bersama Shizuru sangat menyenangkan dan tenang. Ia tidak pernah berpikir kebersamaannya akan berakhir. Ia pun jatuh sakit dengan kepergian Shizuru.
Mengapa Shizuru lebih memilih pergi secara tiba-tiba? Bagaimana kelanjutan hubungan Makoto dan Miyuki?? Dan apa rahasia terbesar Shizuru dibalik semua perkataan dan sikap anehnya???
Ne tomodachi! Film ini bagus banget buat jadi pilihan kalian untuk mengisi waktu luang dan sebagai hiburan. Cerita yang simple tapi maknanya dalem, tanpa ada konflik yang rumit tapi menarik.
Untuk selanjutnya, aku bakal tulis Personal Opinion baik untuk filmnya maupun karakternya.
Maklum aku masih belajar, buat ini aja aku butuh waktu 2 hari untuk menyelesaikannya. Fufufufufhhhhhhh….
Aoao toshita yozora no shita de
Anata ga miteta ushiro koi sugata
Tokiori miseru mujaki na negao
Atashi ga miteta koishii sugata
Donna hitotoki mo subete
Wasurenai you ni
Muchuu de shattaa kiru atashi no kokoro wa
Setsunai shiawase datta
"Tada, kimi wo ai shiteru"
"Tada, kimi wo ai shiteru"
"Tada, kimi wo ai shiteru"
Tada sore dake de yokatta noni
Ame furu toki no kawashita kisu wa
Tsunagarete yuku futari no sugata
Isshou ni mou nai kono kimochi
Umaku ienai kedo
Anata ni deatte atashi no mainichi wa
Kirakira to kagayaita yo
"Tada, kimi wo ai shiteru"
"Tada, kimi wo ai shiteru"
"Tada, kimi wo ai shiteru"
Anata ga kureta shiawase yo
"Tada, kimi wo ai shiteru"
"Tada, kimi wo ai shiteru"
"Tada, kimi wo ai shiteru"
Tada sore dake de yokatta noni
Chiisana heya ni kazararete iru
Futari no egao renai shashin
English
Under the blue night sky
You looked at love from behind
I looked at your innocent sleeping face you show me sometimes
I miss your form
So that I wouldn’t forget
A single time
My heart clicked the shutter, oblivious to anything else
It was a painful happiness
“I just love you”
“I just love you”
“I just love you”
That was enough for me
The kisses we had when it rained
Connect us
I’ll never feel this way again for the rest of my life
I can’t say it well
But the days since I met you
Have shone brightly
“I just love you”
“I just love you”
“I just love you”
The happiness you gave me
“I just love you”
“I just love you”
“I just love you”
That was enough for me
The little room is decorated
With our smiles, romance pictures
Indonesia
Di bawah langit biru
Kamu melihat, dulu pandangan kekasih
Pandangan lugu ke wajahmu saat kamu tidur
Adalah pandangan cinta yang pernah aku lihat
Tiap saat dalam hidupku
Aku telah menekan shutter itu
Jadi aku tidak akan lupa
Hatiku dipenuhi pahit manisnya kebahagiaan
Just loving you
Just loving you
Just loving you
Aku berharap itu semuanya
Ciuman itu yang mengubah hujan
Pandangan kit aberdua menyatu
Perasaan ini yang tidak pernah akan aku rasakan lagi.
Aku tidak bisa menjelaskannya tapi
Hari-hari mulai bersinar saat aku bertemu denganmu
Just loving you
Just, loving you
Just, loving you
Ini adalah kebahagiaan yang kamu berikan untukku
Just, loving you
Aku berharap ini semuanya
Displayed in a tiny room
Pandangan senyummu, romance picture.
NB : ( mungkin tanslit ke bahasa Indonesia nya beda karena ku kutip langsung dari ending vcd)
Download aja lagunya di sini. Enak banget lagu ballad nya.